Skip to main content

Berteman Dengan Orang Baik Akan Mewariskan Sikap Baik

Kata Bijak - Berteman Dengan Orang Baik Akan Mewariskan Sikap Baik, Karena Tabiat Manusia Cenderung Selalu Meniru dan Mengikuti.

Sikap manusia memang dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain adalah SIkap yang dibawa secara biologis, lingkungan keluarga, Lingkungan sekitar (masyarakat). Dimana proporsinalnya lebih kepada lingkungan sekitar (masyarakat) karena manusia itu senangnya bergaul dengan masyarakat sekitar.
Berteman Dengan Orang Baik Akan Mewariskan Sikap Baik

Dengan bermasyarakatnya seorang manusia, maka sikap pun terbentuk oleh pergaulannya di masyarakat (lingkungan sekitar). Seseorang yang masyakatnya senang berbuat baik, maka seseorang yang bergabung ke dalamnya akan ikut berbuat baik juga, begitupun kebalikannya.

Sehingga dengan adanya pengaruh besar lingkungan sekitar terhadap pembentukan pola sikap manusia, hendaknya kita dapat memilah di lingkungan mana kita bergaul. Dan dalam hal ini sudah pasti seseorang mengingkan yang baik-baik, hendaknya bergaul dengan lingkungan yang orang-orang didalamnya baik dan patuh, lebih-lebih patuh kepada Allah SWT. Karena sekali lagi kami sebutkan, seseorang itu tabiatnya selalu untuk mencoba, meniru, dan melakukan apa yang dilihatnya di sekitar, karena rasa penasaran yang sangat mendalam.

Dalam gambar diatas dicontohkan, lingkungan Ulama (Uztadz), dengan bergaul dengan mereka, maka kita juga akan melakukan sesuatu yang baik, misalnya sholat, dzikir, dan lain sebagainya.

Comments

Popular posts from this blog

Bila Kau Tak Tahan Lelahnya Belajar, Siap Menahan Perihnya Kebodohan

Kata-kata inpirasi kali ini adalah" Bila Kau Tak Tahan Lelahnya Belajar, Maka Kau Harus Tahan Menanggung Perihnya Kebodohan."

Terkadang orang pada zaman sekarang ini utamanya anak sekolahan sudah malas belajar, diberi tugas tidak pernah dikerjakan, sukanya main-main saja, mereka sudah bermalas-malasan, dan jika hal ini terus menerus terjadi, maka siap-siap saja generasi siap menahan perihnya kebodohan.

Hal semacamnya ini tidak hanya terjadi pada anak-anak saja, orang dewasa pun terkadang terjangkit malas belajar, istilahnya tiba masa tiba akal, semua disangkanya ekspres, semua hal dianggap remeh, sehingga jika kita sekarang belajar saja mengeluh, maka siap-siap menahan perihnya kebodohan di masa yang akan datang.

Jadi janganlah bosan-bosan untuk belajar, karena banyak belajar akan banyak tahu tentang segala hal. Seperti pepatah mengatakan "tuntulah ilmu sampai negeri cina" dan belajarlah sampai liang kubur", jadi gada lagi alasan untuk malas belajar. karena ji…

Masa Silam Buruk, Masa Depan Cerah

Tidak usah minder kalau sekarang ini kamu yang paling terburuk diantara temanmu, terburuk artinya bisa luas dalam hal pergaulan misalnya, kamu yang paling kampungan, norak. Dalam pakaian kamu yang paling jelek diantara teman-temanmu atau orang lain.

Sebaliknya bagi kamu yang saat ini berlimpah rezeki, semuanya berkecupakan, pakaian, rumah, mobil, dan lain-lain, janganlah sering mengucilkan orang yang berada di bawah tataran kehidupan ekonomi anda. Tak hanya soal materi, tetapi semua hal yang kamu rasakan sekarang ini. Seperti hidup yang selalu bahagia. Tetaplah bersyukur.


Rencana Tuhan tidak pernah kita tau dan tidak akan ada yang bisa menerka-nerkanya. Rencana Tuhan dalam hal ini adalah Takdir, dimana ada Takdir baik dan buruk, semuanya bergantian mengitari manusia yang hidup di dunia ini. Adakalanya kita senang, besok-besok kita susah, seperti roda kehidupan yang terus berjalan setiap saat, kadang dibawah kadang juga diatas.

Masa silam yang buruk, maka tidak akan selamanya buruk, b…

Kala Kecil Jadi Raja, Sudah Dewasa Jadikanlah Mereka Raja

Kata-kata bijak sekaligus penerang hati bagi manusia yang hidup di dunia ini, seperti judul postingan "Kala Kecil Jadi Raja, Sudah Dewasa Jadikanlah Mereka Raja" mungkin terdengar sederhana, tapi maknanya sangat mendalam.

Masih ingat beberapa tahun yang lalu, saat kita pertama dilahirkan ke dunia ini oleh seorang ibu yang sebelumnya mengandung kita selama kurang lebih 9 bulan. Masih ingatkah dengan wajah mereka? Masih ingatkah perjuangan mereka yang tiada hentinya. Saat pertama dilahirkan sampai umur 1 bulan hingga 1 tahun, Ibu rela mendampingi kita setiap saat.

Ibu yang tak kenal lelah rela bangun tidur berkali-kali demi menyusui anak yang mungkin terbangun karena kehausan, dan mungkin ingin digendong dan dipeluk beberapa saat hingga sang anak tertidur kembali. Dan kemudian sang anak terbangun kembali, ibu pun bangun lagi, begitu seterusnnya berulang hingga kita bisa sampai dewasa seperti sekarang ini.


Dewasa, dalam hal ini sudah tahun berpikir, sudah tahu mencari nafkah se…