Skip to main content

Ingin Husnul Khatimah, Berprasangka Baiklah Pada Manusia

Kata-Kata Bijak kali ini adalah "Barangsiapa yang ingin Husnul Khatimah, Hendaklah Dia Selalu Berprasangka Baik Dengan Manusia" .

Segala sesuatu yang ada di muka bumi ini selalu berpasangan, contohnya baik dan buruk, tinggi dan pendek, hitam dan putih, semuanya diciptakan oleh Tuhan yang maha esa sesuai aturannya masing-masing. Termasuk kita manusia, ada yang baik dan ada juga yang tidak baik.
Ingin Husnul Khatimah, Berprasangka Baiklah Pada Manusia

Prasangka sendiri dalam hal ini terbagi juga menjadi 2 bagian yaitu prasangka baik dan buruk. Prasangka baik adalah sebuah keadaan perasaan yang menganggap sesuatu itu adalah baik adanya. Sedangkan Prasangka buruk adalah keadaan perasaan yang menganggap sesuatu itu buruk atau ada nita jahat tersembunyi.

Dalam berbagai keadaan, kedua prasangka ini syah-syah saja dilakukan, namun anjuran dalam Agama Islam, kita selalu diperintah untuk berprasangka baik kepada semua manusia tanpa terkecuali, kita kesampingkan saja, niat-niat jahat seseorang, karena sudah pasti tidak semua orang senang kepada kita, pasti ada saja orang-orang tertentu yang tidak suka dengan kita.

Tapi, kesemuanya itu tergantung kepada pribadi manusia, kita cukup berprasangka baik, dan bersabar saja, sesungguhnya Allah maha mengetahui, dan kalaupun ada yang mempunyai niat jahat, artinya Allah saja yang akan membalasnya, dan tak lupa pula kita menjaga diri masing-masing.

Comments

Popular posts from this blog

Bila Kau Tak Tahan Lelahnya Belajar, Siap Menahan Perihnya Kebodohan

Kata-kata inpirasi kali ini adalah" Bila Kau Tak Tahan Lelahnya Belajar, Maka Kau Harus Tahan Menanggung Perihnya Kebodohan."

Terkadang orang pada zaman sekarang ini utamanya anak sekolahan sudah malas belajar, diberi tugas tidak pernah dikerjakan, sukanya main-main saja, mereka sudah bermalas-malasan, dan jika hal ini terus menerus terjadi, maka siap-siap saja generasi siap menahan perihnya kebodohan.

Hal semacamnya ini tidak hanya terjadi pada anak-anak saja, orang dewasa pun terkadang terjangkit malas belajar, istilahnya tiba masa tiba akal, semua disangkanya ekspres, semua hal dianggap remeh, sehingga jika kita sekarang belajar saja mengeluh, maka siap-siap menahan perihnya kebodohan di masa yang akan datang.

Jadi janganlah bosan-bosan untuk belajar, karena banyak belajar akan banyak tahu tentang segala hal. Seperti pepatah mengatakan "tuntulah ilmu sampai negeri cina" dan belajarlah sampai liang kubur", jadi gada lagi alasan untuk malas belajar. karena ji…

Masa Silam Buruk, Masa Depan Cerah

Tidak usah minder kalau sekarang ini kamu yang paling terburuk diantara temanmu, terburuk artinya bisa luas dalam hal pergaulan misalnya, kamu yang paling kampungan, norak. Dalam pakaian kamu yang paling jelek diantara teman-temanmu atau orang lain.

Sebaliknya bagi kamu yang saat ini berlimpah rezeki, semuanya berkecupakan, pakaian, rumah, mobil, dan lain-lain, janganlah sering mengucilkan orang yang berada di bawah tataran kehidupan ekonomi anda. Tak hanya soal materi, tetapi semua hal yang kamu rasakan sekarang ini. Seperti hidup yang selalu bahagia. Tetaplah bersyukur.


Rencana Tuhan tidak pernah kita tau dan tidak akan ada yang bisa menerka-nerkanya. Rencana Tuhan dalam hal ini adalah Takdir, dimana ada Takdir baik dan buruk, semuanya bergantian mengitari manusia yang hidup di dunia ini. Adakalanya kita senang, besok-besok kita susah, seperti roda kehidupan yang terus berjalan setiap saat, kadang dibawah kadang juga diatas.

Masa silam yang buruk, maka tidak akan selamanya buruk, b…

Kala Kecil Jadi Raja, Sudah Dewasa Jadikanlah Mereka Raja

Kata-kata bijak sekaligus penerang hati bagi manusia yang hidup di dunia ini, seperti judul postingan "Kala Kecil Jadi Raja, Sudah Dewasa Jadikanlah Mereka Raja" mungkin terdengar sederhana, tapi maknanya sangat mendalam.

Masih ingat beberapa tahun yang lalu, saat kita pertama dilahirkan ke dunia ini oleh seorang ibu yang sebelumnya mengandung kita selama kurang lebih 9 bulan. Masih ingatkah dengan wajah mereka? Masih ingatkah perjuangan mereka yang tiada hentinya. Saat pertama dilahirkan sampai umur 1 bulan hingga 1 tahun, Ibu rela mendampingi kita setiap saat.

Ibu yang tak kenal lelah rela bangun tidur berkali-kali demi menyusui anak yang mungkin terbangun karena kehausan, dan mungkin ingin digendong dan dipeluk beberapa saat hingga sang anak tertidur kembali. Dan kemudian sang anak terbangun kembali, ibu pun bangun lagi, begitu seterusnnya berulang hingga kita bisa sampai dewasa seperti sekarang ini.


Dewasa, dalam hal ini sudah tahun berpikir, sudah tahu mencari nafkah se…