Skip to main content

Pandanglah Orang Lain Dari Sisi Kebaikannya

Kebaikan dan kejelekan itu sebenarnya sangat dekat jaraknya, dan sebuah kebaikan bisa pula berubah menjadi suatu kejelekan. Sehingga kita perlu hati-hati dalam menjalani hidup dan kehidupan ini, karena semuanya tergantung dari kebiasaan, kalau terbiasa hidup dalam kebaikan, maka itulah yang menjadi cerminan kita di orang lain.

Berbicara soal kebaikan ataupun kejelekan orang lain, saat sekarang ini kebanyakan orang yang sibuk mencari kejelekan orang lain, entah apa motivasi mereka sehingga ingin menjatuhkan orang dengan diketahuinya kejelekan orang tersebut.

Dan terkadang juga seseorang tidak sadar kalau mereka sibuk mencari kejelekan orang lain, artinya dia sendiri lebih jelek/buruk daripada orang yang mereka celah. Dan sebaliknya, setiap manusia harus saling menebar sisa kebaikan di dunia ini, agar semuanya terlihat harmonis dan dinamis.

Pandanglah Orang Lain Dari Sisi Kebaikannya

Ada kata bijak yang mengatakan : Barang siapa terbiasa memandang sisi KEBAIKAN orang lain, niscaya terkumpul di dalam dirinya aneka ragam KEBAIKAN, begitupun sebaliknya, jika seseorang terbiasa memandang sisi KEJELEKAN orang lain, maka akan terkumpul dalam dirinya aneka raga KEJELEKAN.

Maksud dari kata bijak diatas adalah, ketika kita memandang orang lain sisi KEBAIKAN, maka kita akan ikut dalam Kebaikan, dan bila pada awalnya kita merasa BAIK, dan selalu memandang kejelekan orang, maka lambat laun kita akan ikut menjadi JELEK juga.

Comments

Popular posts from this blog

Bila Kau Tak Tahan Lelahnya Belajar, Siap Menahan Perihnya Kebodohan

Kata-kata inpirasi kali ini adalah" Bila Kau Tak Tahan Lelahnya Belajar, Maka Kau Harus Tahan Menanggung Perihnya Kebodohan."

Terkadang orang pada zaman sekarang ini utamanya anak sekolahan sudah malas belajar, diberi tugas tidak pernah dikerjakan, sukanya main-main saja, mereka sudah bermalas-malasan, dan jika hal ini terus menerus terjadi, maka siap-siap saja generasi siap menahan perihnya kebodohan.

Hal semacamnya ini tidak hanya terjadi pada anak-anak saja, orang dewasa pun terkadang terjangkit malas belajar, istilahnya tiba masa tiba akal, semua disangkanya ekspres, semua hal dianggap remeh, sehingga jika kita sekarang belajar saja mengeluh, maka siap-siap menahan perihnya kebodohan di masa yang akan datang.

Jadi janganlah bosan-bosan untuk belajar, karena banyak belajar akan banyak tahu tentang segala hal. Seperti pepatah mengatakan "tuntulah ilmu sampai negeri cina" dan belajarlah sampai liang kubur", jadi gada lagi alasan untuk malas belajar. karena ji…

Masa Silam Buruk, Masa Depan Cerah

Tidak usah minder kalau sekarang ini kamu yang paling terburuk diantara temanmu, terburuk artinya bisa luas dalam hal pergaulan misalnya, kamu yang paling kampungan, norak. Dalam pakaian kamu yang paling jelek diantara teman-temanmu atau orang lain.

Sebaliknya bagi kamu yang saat ini berlimpah rezeki, semuanya berkecupakan, pakaian, rumah, mobil, dan lain-lain, janganlah sering mengucilkan orang yang berada di bawah tataran kehidupan ekonomi anda. Tak hanya soal materi, tetapi semua hal yang kamu rasakan sekarang ini. Seperti hidup yang selalu bahagia. Tetaplah bersyukur.


Rencana Tuhan tidak pernah kita tau dan tidak akan ada yang bisa menerka-nerkanya. Rencana Tuhan dalam hal ini adalah Takdir, dimana ada Takdir baik dan buruk, semuanya bergantian mengitari manusia yang hidup di dunia ini. Adakalanya kita senang, besok-besok kita susah, seperti roda kehidupan yang terus berjalan setiap saat, kadang dibawah kadang juga diatas.

Masa silam yang buruk, maka tidak akan selamanya buruk, b…

Kala Kecil Jadi Raja, Sudah Dewasa Jadikanlah Mereka Raja

Kata-kata bijak sekaligus penerang hati bagi manusia yang hidup di dunia ini, seperti judul postingan "Kala Kecil Jadi Raja, Sudah Dewasa Jadikanlah Mereka Raja" mungkin terdengar sederhana, tapi maknanya sangat mendalam.

Masih ingat beberapa tahun yang lalu, saat kita pertama dilahirkan ke dunia ini oleh seorang ibu yang sebelumnya mengandung kita selama kurang lebih 9 bulan. Masih ingatkah dengan wajah mereka? Masih ingatkah perjuangan mereka yang tiada hentinya. Saat pertama dilahirkan sampai umur 1 bulan hingga 1 tahun, Ibu rela mendampingi kita setiap saat.

Ibu yang tak kenal lelah rela bangun tidur berkali-kali demi menyusui anak yang mungkin terbangun karena kehausan, dan mungkin ingin digendong dan dipeluk beberapa saat hingga sang anak tertidur kembali. Dan kemudian sang anak terbangun kembali, ibu pun bangun lagi, begitu seterusnnya berulang hingga kita bisa sampai dewasa seperti sekarang ini.


Dewasa, dalam hal ini sudah tahun berpikir, sudah tahu mencari nafkah se…